Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Salpingitis

Penyakit Salpingitis memang terdengar asing, namun tahukah Anda bahwa penyakit ini dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita? Sebelumnya, mari ketahui terlebih dahulu Salpingitis. Salpingitis atau infeksi saluran telur adalah infeksi yang terjadi karena ada bakteri yang menyerang area tuba fallopi. Bakteri ini sendiri bisa berasal dari darah, rahim, dan vagina. Salpingitis memiliki diagnosa dan gejala yang sulit untuk dikenali. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis adalah pilihan terbaik agar mendapatkan perawatan yang maksimal. Berikut ini ada informasi mengenai gejala dan cara pengobatannya.

  1. Gejala Salpingitis

Meski dari segi diagnosa dan gejala cukup sulit untuk dikenali, namun ada beberapa gejala umum yang biasanya terjadi pada penderita penyakit ini. Gejala-gejala tersebut adalah munculnya keputihan tetapi tidak normal, adanya nyeri perut, muncul bercak-bercak darah, dan nyeri punggung bawah. Gejala ini memang cukup mirip dengan gejala sebelum menstruasi, inilah yang menyebabkan sulitnya dikenali.

Penyakit Salpingitis terdiri dari 2 gejala, yaitu akut dan kronis. Pada gejala akut, akan terjadi pembengkakan pada saluran tuba. Sedangkan gejala kronis, akan menimbulkan gejala yang berkelanjutan jika tidak ditangani dengan segera.

  1. Cara Pengobatan Salpingitis

Untuk mengobati penyakit ini dibutuhkan kesabaran yang ekstra, karena Salpingitis disebabkan oleh bakteri yang jahat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengobatinya. Konsultasi ke dokter dan menerima perawatan secara medis adalah pilihan yang sangat tepat. Perawatan medis tersebut, antara lain seperti meminum antibiotik dari resep dokter, operasi, dan juga berbagai terapi sebagai salah satu faktor pendukung pengobatan.

Itulah beberapa gejala dari penyakit Salpingitis yang bisa Anda kenali. Jika Anda menderita penyakit ini, maka segeralah berkonsultasi dan berobat ke dokter spesialis. Agar tingkat kesuburan Anda tidak terganggu karena infeksi saluran telur yang ternyata bisa diobati sesegera mungkin, asalkan dengan pengobatan dan terapi medis yang tepat. Anda juga harus mengatur pola hidup sehat untuk mencegah menurunnya sistem kekebalan tubuh yang nantinya akan berpengaruh besar dalam melawan infeksi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *